Acara tersebut digelar sejak pagi dan berakhir sekitar pukul 17.00 WIB. Pesertanya hampir mencapai 100.000 orang.
Acara yang dimulai sejak pagi ini membuat peserta melakukan aktivitas makan dan minum di dalam stadion. Untuk memastikan lapangan dan area dalam stadion tetap bersih, menjadi sebuah tantangan.
Pada titik itu, fungsi Komunitas Juang yang beranggotakan 3.000 orang menjadi krusial.
Begitu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, Presiden Jokowi, dan seluruh peserta acara meninggalkan area stadion, anggota Komunitas Juang dan IM Ambara langsung sigap menyisir sampah yang berserakan di dalam dan di luar area GBK.
Tidak hanya itu, di area tengah stadion yang dipakai satgas Cakra Buana dan penari juga langsung dibersihkan.
Meski sudah dari pagi bertugas, Komunitas Juang ini masih dengan bersemangat melaksanakan tugasnya. Sampah dikumpulkan dan dipilah, mana yang bisa didaur ulang, mana yang tidak.
Kepala Sekretariat DPP PDI Perjuangan Yoseph Aryo Adhi Dharmo juga ikut turun memantau proses kerja pembersihan itu. Sesekali dia menggunakan handy talkie di genggaman untuk ikut membantu koordinasi pembersihan.
Adhi juga meminta bekas confetti popper yang digunakan sebagai bagian aksi dari 3.000 penari kecak untuk dibersihkan dengan alat penyedot. Hal ini agar lapangan GBK tidak kotor dan rumputnya rusak.
"Divakum dahulu agar tidak kotor nantinya," kata Adhi.
"Terima kasih untuk semuanya," ucap Adhi.
"Mereka bergotong royong melakukan pembagian konsumsi dan kebersihan GBK," pungkas Rano.
Baca juga: Kompleks GBK sudah bisa dipakai berolahraga usai puncak BBK 2023
Baca juga: 3.000 penari kecak tutup puncak Bulan Bung Karno 2023 di GBK
Pewarta: Narda Margaretha Sinambela
Editor: D.Dj. Kliwantoro
Copyright © ANTARA 2023